Translate

Tampilkan postingan dengan label Pestisida. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pestisida. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2016

MOL (Mikro Organisme Lokal)



Mikro Organisme Lokal atau MOL adalah bahan pengurai untuk membuat pupuk organik berupa kompos atau bokashi. MOL ini sangat banyak sekali
manfaatnya, karena sangat berperan penting dalam dunia Pertanian Organik.

MEMBUAT MOL DARI AIR KELAPA

BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN

1. Air kelapa muda 1 liter
2. Ragi tape 2 buah dihaluskan
3. Gula merah 2 ons

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN

1. Jerigen 5 liter 1 buah atau botol aqua 1,5 ltr 2 buah
2. Ember untuk tempat mencampur 1 buah
3. Saringan 1 buah

CARA MEMBUAT

Kelapa dibelah dan diambil airnya sambil disaring dari kotoran, kemudian ragi di haluskan dan dicampurkan kedalam air kelapa dan di aduk merata.
Selanjutnya di tambahkan gula merah sambil diaduk sampai menyatu, kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup, wadah agar dibuka setiap hari selama seminggu. EM 4 akan jadi selama 1 minggu.

MEMBUAT MOL DARI BUAH NENAS

BAHAN YANG DIPERLUKAN

1. Ragi tape 2 buah
2. Buah nenas 1 buah
3. Gula putih 2 ons
4. Air +/- 1 liter

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN

1. Jerigen 5 liter 1 buah atau botol aqua 1,5 ltr 2 buah
2. Ember untuk tempat mencampur 1 buah
3. Saringan 1 buah
4. Pisau atau parang

CARA MEMBUAT

Buah nenas di hancurkan terlebih dahulu sehingga menjadi lebih halus,kemudian dilarutkan dengan air sebanyak 1 liter dan hasilnya disaring, kemudian hasil buah nenas yang telah disaring di beri ragi tape 2 buah dan gula putih sebanyak 2 ons dan aduk hingga campuran merata. Masukkan campuran ke dalam wadah dan ditutup. Kemasan agar dibuka setiap hari dan akan jadi dalam waktu 1 minggu.

MEMBUAT MOL DARI REBUNG

BAHAN YANG DIPERLUKAN

1. Ragi tape 2 buah
2. Rebung segar 2 batang
3. Gula putih 2 ons
4. Air +/- 1 liter

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN

1. Jerigen 5 liter 1 buah atau botol aqua 1,5 ltr 2 buah
2. Ember untuk tempat mencampur 1 buah
3. Saringan 1 buah
4. Pisau atau parang

CARA MEMBUAT

Rebung di hancurkan terlebih dahulu sehingga menjadi lebih halus,kemudian dilarutkan dengan air sebanyak 1 liter dan hasilnya disaring, kemudian hasil rebung yang telah disaring di beri ragi tape sebanyak 2 buah dan gula putih sebanyak 2 ons dan aduk hingga campuran merata. Masukkan campuran
ke dalam wadah dan ditutup. Kemasan agar dibuka setiap hari dan akan jadi dalam waktu 1 minggu.

MEMBUAT MOL DARI AIR KELAPA DAN NENAS

BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN

1. Air kelapa muda 1 liter
2. Ragi tape 2 buah dihaluskan
3. Buah nanas 1 buah

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN

1. Jerigen 5 liter 1 buah atau botol aqua 1,5 ltr 2 buah
2. Ember untuk tempat mencampur 1 buah
3. Saringan 1 buah

CARA MEMBUAT

Kelapa dibelah dan diambil airnya sambil disaring dari kotoran, kemudian ragi di haluskan dan dicampurkan kedalam air kelapa dan di aduk merata.
Selanjutnya di tambahkan buah nanas yang telah dihancurkan sambil diaduk sampai menyatu, kemudian masukkan ke dalam wadah tertutup, wadah agar dibuka setiap hari selama seminggu dan akan jadi selama 1 minggu.

Manfaat MOL :
Dimanfaatkan untuk pestisida nabati untukmengusir hama tanaman.

MOL adalah cairan yang mengandung mikro organisme hasil produksi sendiri dari bahan bahan alami aisekeliling kit ( lokal), dimana bahan bahan tersebut tempat yang sebagai media uuntuk hidup dan berkembang nya mikroorganisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan bahan organik (decomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman.

Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendecomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida. Keunggulan pengunaan MOL yang paling utama adalah murah bahkan tanpa biaya.

Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat MOL harus mengandung Karbohidrat, glukosa, dan Bakteri, ketiga komponen itu menjadi sangat penting untuk diperhatikan agar MOL yang dihasilkan berkualitas dan sesuai dengan harapan.


Sumber : https://sahrul004.wordpress.com/2012/10/04/mol-mikro-organisme-lokal/ ; pusatpromosiindonesia.blogspot.co.id/2014/08/cara-membuat-mol-mikro-organisme-lokal.html?m=1

PESTISIDA ORGANIK




Pestisida Untuk Segala Hama

Bahan

1. Air cucian beras (1 liter).
2. Alkohol ( 10 Sdm ) atau Ragi ( 2 butir ) .
3. Cuka ( 10 Sdm )
4. Gula pasir ( 1 kg )
5. Perasan umbi gadung (10 Sdm).
6. Bakteri ( 10 Sdm ).
7. Daun klekeh, daun sirih, daun kecubung, daun mahoni, daun sirsak
masing-masing satu genggam dan ditumbuk halus.

Pembuatan

1. Seluruh bahan dicampur dan diaduk menjadi satu dan didiamkan (difermentasikan ) selama 3 hari
2. Bahan siap digunakan dengan cara mencampurkan air sebanyak 10-15 liter untuk 1 gelas
3. Sebelum digunakan tambahkan larutan air tumbukan bawang putih atau cabai.

Kegunaan

Dapat mengendalikan berbagai hama

MENGATASI SERANGAN ULAT

Bahan

1. Daun gamal 1 kg
2. Air 5 liter
3. Tembakau 2 ½ gram

Cara Pembuatan

1. Daun gamal ditumbuk sampai halus dan dimasak dengan 5 liter air, lalu dinginkan.
2. Tambahkan tembakau sambil diaduk-aduk.
3. Didiamkan selama satu malam.
4. Air sarinya siap digunakan dengan perbandingan ¼ liter untuk 10 liter air.

Kegunaan

Memberantas ulat gerayak dan ulat lainnya

PENGENDALIAN KUPU-KUPU DAN NGENGAT

Bahan

1. Bawang putih atau bawang merah 1 kg
2. Air secukupnya

Cara Pembuatan

1. Bahan ditumbuk halus dan tambahkan air 1 liter
2. Diaduk-aduk hingga rata dan airnya disaring
3. Bahan siap digunakan dengan mencampur 1 gelas
dengan 10 liter air

PENGENDALIAN ULAT, WERENG, DAN JAMUR

Bahan

1. Lengkuas/laos 1 kg 2. Jahe 1 kg
3. Kunyit/kunir 1 kg
4. Umbi gadung 1 kg
5. Akar jenu/tuba 1 kg

Cara pembuatan

1. Seluruh bahan ditumbuk atau diparut
2. Peras airnya dan dicampur satu sama lainnya
3. Bahan disimpan dalam botol selama 1 minggu dan
siap digunakan
4. Satu sendok bahan dapat dicampur dengan 1 liter
air

Sumber: https://sahrul004.wordpress.com/2012/09/23/pestisida-organik/

PETUNJUK UMUM KEAMANAN PEMAKAIAN PESTISIDA


MEMILIH PESTISIDA

1. Memilih formulasi pestisida yang akan digunakan lebih dulu diketahui jenis jasad pengganggu yang menyerang tanaman sebab suatu formulasi pestisida hanya efektif pada jenis pengganggu tertentu.

2. Bacalah dulu label pada wadah atau pembungkus pestisida tersebut. Pilihlah formulasi pestisida yang berdasarkan keterangan pada label efektif terhadap jasad pengganggu tanaman yang akan
dikendalikan, dapat digunakan dengan alat yang tersedia dan aman untuk keadaan di tempat yang akan kita gunakan.

3. Pilihlah pestisida yang telah terdaftar dan diizinkan pemerintah (Departermen Pertanian) untuk digunakan dimana dikemas dalam wadah atau pembungkus asli dan dengan label resmi memuat keterangan lengkap mengenai pestisida
tersebut. Pada label pestisida terdaftar selalu tercantum nomor pendaftaran, nama serta alamat lengkap pemegang hak pendaftaran atau perusahaan pestisida tersebut.

MENYIMPAN PESTISIDA

1. Simpan pestisida tetap dalam wadah atau pembungkusnya yang asli dengan tertutup rapat dan tidak bocor.

2. Disimpan ditempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak, hewan peliharaan atau ternak serta jauh dari makanan, minuman, dan jauh dari sumber api.

3. Simpanlah di tempat yang tidak terkena langsung sinar matahari dan tidak terkena air pada waktu hujan. Diusahakan wadah pestisida selalu
tertutup rapat sebab uap air, zat asam dalam udara, suhu yang relatif tinggi, sinar matahari dan air dapat merusak pestisida sehingga dapat menyebabkan menjadi kurang dan tidak efektif lagi.

4. Periksalah secara rutin pestisida yang disimpan untuk mengetahui ada tidaknya wadah pestisida bocor atau rusak atau mungkin juga hilang.

5. Apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada wadah pestisida maka di masukkan atau. dipindahkan ke dalam wadah kosong dari berbagai jenis dan ukuran. Dan jika hilang maka akan dicari untuk menghindari apakah diambil
anak-anak atau hewan peliharaan.

PENGGUNAAN PESTISIDA

1. Gunakan pestisida apabila memang diperlukan tanaman.

2. Sebelum bekerja menggunakan pestisida, makan dan minumlah secukupnya terlebih dahulu.

3. Baca label pestisida dengan cermat dan teliti kemudian ikutilah semua petunjuk yang tercantum pada label tersebut.

4. Janganlah menggunakan pestisida pada waktu sakit dan kesehatannya kurang baik. Begitu juga anak-anak, wanita hamil tidak diperbolehkan bekerja menggunakan pestisida.

5. Jika ada luka pada kulit maka tutuplah luka dengan baik sebelum bekerja. Setelah ditutup diharapkan bagian luka tersebut tidak bersentuhan langsung dengan pestisida karena pestisida lebih mudah terserap ke dalam tubuh melalui kulit yang luka.

6. Sebelum bekerja menggunakan pestisida maka gunakan terlebih dulu pakaian pelindung khusus yang berlengan panjang dan berkaki panjang. Pakailah sarung tangan, sepatu boot, topi dan
pelindung muka yaitu kacamata, penutup hidung dan mulut (masker) pada waktu menggunakan pestisida.

7. Bekerja menggunakan pestisida yang belum diencerkan atau masih pekat haruslah sangat hati-hati.

8. Pada waktu sedang bekerja menggunakan pestisida, janganlah makan, minum atau merokok.

9. Membuka tutup wadah pestisida haruslah hati-hati sehingga pestisida tidak muncrat, memercik atau tumpah kemudian tutup kembali dengan rapat. Jika wadah atau pembungkus pestisida
menggunakan kantong plastik akan lebih aman bila membukanya dengan pisau atau gunting daripada merobek kantong tersebut.

10. Jangan mencium pestisida sebab untuk
menghindari pestisida terhirup melalui
pernafasan atau terkena kulit, mata, mulut atau pakaian.

11. Melakukan penakaran, pengenceran dan pencampuran pestisida di tempat terbuka atau di tempat ruangan terbuka yang mempunyai ventilasi baik.

12. Alat-alat yang digunakan dalam menggunakan pestisida haruslah semua selalu dalam keadaan bersih. Bersihkan atau cuci dengan air yang banyak kemudian buanglah air untuk mencuci
alat tersebut di tempat khusus yang aman. Tidak menggunakan alat-alat tersebut untuk keperluan yang lainnya terlebih-lebih berhubungan dengan makanan dan minuman.

13. Pakailah air yang bersih untuk air pengenceran.

14. Alat penyemprot selalu dalam keadaan bersih, baik, tidak rusak dan tidak bocor.

15. Pencampuran pestisida sesuai dengan takaran yang dianjurkan dan janganlah menggunakan pestisida dengan takaran yang berlebih dan kurang dari yang dianjurkan atau tertulis pada
label. Campuran diaduk dengan rata dengan hati-hati agar tidak tumpah dan memercik.

16. Apabila tidak dianjurkan atau tidak tertulis pada label, janganlah mencampur dua atau lebih pestisida yang kita gunakan tersebut.

17. Memasukkan campuran pestisida ke dalam tangki atau alat penyemprot dengan hati-hati dan tidak tumpah. Jangan meniup nozzle atau lobang
semprot dan selang alat penyemprot jika
tersumbat, untuk mengatasinya menggunakan lidi atau alat lainnya.

18. Diusahakan tidak bekerja sendiri terutama jika menggunakan pestisida yang relatif sangat racun.

19. Tidak diperbolehkan anak-anak, ibu hamil dan hewan peliharaan mendekati tempat pencampuran dan penggunaan pestisida.

20. Jangan menyemprot atau menebarkan pestisida pada waktu akan turun hujan, saat turun hujan, cuaca panas, angin bertiup kencang serta jangan mengarahkan semprotan berlawanan dengan arah angin.

21. Perhatikan batas akhir/ kadaluwarsa penggunaan pestisida seperti yang tercantum pada labelnya.

22. Jika sewaktu bekerja, pestisida mengenai pakaian, kulit, mata dan bagian tubuh yang lain. maka segera dibersihkan. Cuci kulit yang terkena pestisida dengan air dan sabun. Dan jika pestisida terkena mata maka segeralah cuci dengan air bersih selama 15 menit.

23. Apabila merasa kurang enak badan, segeralah berhenti bekerja dan bacalah petunjuk pada label tentang pertolongan pertama dan segera hubungi dokter dengan memberitahukan pestisida apa yang digunakan.

24. Sebelum beristirahat untuk makan, minum dan merokok haruslah terlebih dulu membersihkan muka dan tangan dengan air dan sabun.

25. Buanglah air bekas mencuci alat-alat penyemprot dan peralatan lainnya ke tempat yang aman dimana tidak mencemari sungai, saluran air, kolam ikan, sumur dan sumber air lainnya.

26. Setelah selesai bekerja menggunakan pestisida maka segeralah mandi dengan memakai sabun.

27. Wadah bekas pestisida yang sudah kosong janganlah dipakai untuk menyimpan makanan atau minuman tetapi musnahkan wadah bekas tersebut dengan membakar atau menguburkannya di tempat yang aman. Tanamlah wadah bekas tersebut sekurang-kurangnya setengah meter di dalam tanah di tempat yang jauh dari sumber air, tempat tinggal
penduduk maupun tempat umum lainnya serta berikan tanda.

28. Pasang tanda peringatan di tempat yang baru disemprot pestisida supaya orang tidak memasuki tempat tersebut dan ternak tidak dibawa atau dilepaskan masuk ke tempat itu.

MENGATASI KONTAMINASI PESTISIDA

1. Jika rumput, sungai atau saluran air tercemari pestisida maka segeralah beri tanda peringatan. di tempat tercemar agar orang lain tidak menggembalakan ternak dan tidak mengambil air dari sumber yang tercemar tersebut. Dan segera hubungi petugas yang berkepentingan agar dapat
dilakukan pengamanan lebih lanjut.

2. Apabila pestisida cair tumpah, bersihkanlah segera, tutuplah dengan bahan penyerap seperti pasir, kapur, tanah, atau serbuk gergaji kemudian disapu dan tempatkan dalam wadah
untuk dibuang ke tempat aman. Setelah disapu maka tempat tumpahan pestisida tadi dibersihkan dengan air dan bahan pembersih.

3. Bila pestisida formulasi padat (bentuk tepung, debu atau buriran) tumpah juga harus disapu dengan hati-hati agar tidak berterbangan dan jika perlu ditutupi dengan pasir basah sebelum. disapu untuk menghindari debunya. Segera buang ke tempat aman dan tempat tumpahan tadi dibersihkan dengan air dan bahan. pembersih.

4. Apabila terjadi kebocoran atau kerusakan pada wadah pestisida maka sisanya dimasukkan atau dipindahkan ke dalam wadah kosong dari berbagai jenis dan ukuran tetapi kalau bisa pilihlah wadah yang terbuat dari bahan yang
sama dengan wadah aslinya. Dan beri label atau keterangan yang jelas seperti tertulis dalam label sebelumnya disertai tambahan keterangan. Pestisida yang telah diwadah ulang tersebut harus segera digunakan.

5. Air dan sabun atau sejenisnya umumnya dapat digunakan untuk membersihkan pestisida yang tumpah. Beberapa pestisida memerlukan bahan
lain sebagai bahan pembersih sebelum dilakukan pembersihan dengan air dan sabun. Pestisida yang dimaksud adalah:
Golongan Organofosfat memerlukan natrium hipoklorit atau natrium karbonat.
Golongan Karbamat memerlukan karbonat atau sabun keras.
Golongan Organokhlor memerlukan amoniak dan soda pencuci atau sabun keras.

Sumber: Pestisida Untuk Bidang Perkebunan,
Direktorat Jenderal Perkebunan ;
https://sahrul004.wordpress.com/2012/07/05/petunjuk-umum-pestisida/